Jalan Berlubang dan Lampu Padam, Infrastruktur KIM II Dikeluhkan Pengguna Jalan
Jalan Berlubang dan Lampu Padam, Infrastruktur KIM II Dikeluhkan Pengguna Jalan
KIM – Kondisi infrastruktur di Kawasan Industri Medan II (KIM II), tepatnya di simpang empat Jalan Pulau Nias, Mabar, Kota Medan, Sumatera Utara, kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas umum seperti jalan, penerangan, hingga utilitas kabel terlihat rusak dan belum mendapat perbaikan maksimal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa titik jalan mengalami kerusakan cukup parah. Lubang besar dan permukaan bergelombang mengancam keselamatan pengendara, khususnya pada malam hari. Kerusakan itu hanya ditandai dengan kerucut lalu lintas dan dahan pohon sebagai penanda darurat.
“Sangat berbahaya kalau lewat malam hari. Lubangnya besar, cuma dikasih kerucut saja. Kalau tidak jeli, bisa masuk dan bisa fatal,” ujar Fahrul (30), pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut, Sabtu (21/2/2026) malam.
Kondisi semakin diperparah dengan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Sejumlah lampu tampak padam, membuat kawasan industri itu gelap gulita pada malam hari.
Tak hanya itu, beberapa tiang listrik dan tiang telekomunikasi terlihat miring dengan kabel menjuntai. Warga dan pekerja sekitar mengaku khawatir tiang tersebut roboh akibat beban kabel yang berat.
Padahal, setiap kendaraan yang memasuki kawasan industri diwajibkan membayar retribusi melalui sistem gate pass. Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp3.000 untuk mobil atau minibus hingga Rp15.000 bagi truk roda 14 ke atas.
Besarnya potensi pendapatan dari ribuan kendaraan yang keluar-masuk setiap hari memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait transparansi pengelolaan dana retribusi tersebut.
“Retribusi tetap dikutip, tapi jalan rusak dan lampu mati tidak juga diperbaiki. Ke mana uangnya?” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kawasan terkait rencana perbaikan infrastruktur maupun alokasi dana retribusi. Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas di kawasan industri tersebut.