Belawan Bergemuruh! Festival Bedug Gema Takbir Iduladha 1447 H Pecah, Ribuan Warga Padati Medan Utara
Belawan Bergemuruh! Festival Bedug Gema Takbir Iduladha 1447 H Pecah, Ribuan Warga Padati Medan Utara
BELAWAN — Suasana malam di kawasan Belawan berubah semarak dan penuh nuansa religius saat Festival Budaya Islam “Bedug Gema Takbir Iduladha 1447 H” resmi digelar di Lapangan PJKA/KAI Belawan, Jalan Stasiun, Selasa malam (26/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Ukhuwah Badan Kesejahteraan Masjid Medan Utara (UBKMMU) Kota Medan bekerja sama dengan PT Pelindo Regional 1 Belawan itu sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat Medan Utara dan sekitarnya.
Festival dibuka langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan pemukulan bedug takbiran, menandai dimulainya perlombaan bedug dan gema takbir yang berlangsung meriah hingga larut malam.
Sebanyak 19 grup peserta tampil memukau dengan irama bedug dan lantunan takbir yang menggema di kawasan pesisir tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari Medan Utara, tetapi juga datang dari Sicanang, Belawan I, Kabupaten Langkat, Kota Medan, hingga Kabupaten Deli Serdang.
Kemeriahan festival semakin terasa dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Panitia pelaksana Johan Arifin AA, SH bersama Abah Salman, SH tampak sibuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan tertib.
Festival budaya Islam ini mendapat dukungan penuh dari PT Pelindo Regional 1 Belawan, Polres Pelabuhan Belawan, Pemuda Pancasila, dan Belawan Coffee.
Ubah Citra Belawan Lewat Budaya dan Religiusitas
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas mengapresiasi lahirnya festival yang digagas masyarakat Medan Utara tersebut. Menurutnya, perubahan citra suatu kawasan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata.
“Jalan, jembatan, dan infrastruktur belum cukup menghapus stigma negatif jika ruang sosial masyarakat tidak ikut dibangun. Festival budaya Islam seperti ini menjadi cara baru membangun identitas positif Medan Utara,” ujarnya.
Rico berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang sosial yang lebih harmonis dan guyub bagi masyarakat Belawan.
Hal senada juga disampaikan Dan Koderal 1 Belawan, Laksda TNI Deny Septiana. Ia menyebut festival bedug gema takbir memiliki tiga manfaat besar, yakni sebagai syiar Islam, menjaga tradisi budaya Islam agar tetap dikenal generasi muda, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kota Medan.
Sementara itu, Dewan Penasehat UBKMMU Datok H. Irfan Hamidi menegaskan festival ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan sosial untuk merangkul generasi muda melalui kegiatan positif.
“Kami ingin membangun citra positif Medan Utara. Belawan bukan hanya dikenal karena konflik sosial atau kriminalitas, tetapi juga budaya, religiusitas, dan semangat kebersamaan masyarakat pesisir,” katanya.
Peserta Wajib Kenakan Busana Melayu
Ketua Panitia Johan Arifin SH menambahkan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana tradisional Melayu sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal.
Tak hanya festival bedug, rangkaian kegiatan budaya Islam juga akan berlanjut pada 14–16 Juni 2026 mendatang. Agenda tersebut meliputi Pawai Budaya Muslim, lomba kasidah, hingga Pawai Obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.
Panitia juga berencana menghadirkan penceramah nasional Das’ad Latif untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat Medan Utara.
Bagi warga Belawan, festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol harapan baru agar generasi muda memiliki ruang kreativitas yang positif dan terhindar dari lingkungan rawan konflik sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Medan Rico Waas, Sekda Kota Medan, Dewan Penasehat UBKMMU Datok H. Irfan Hamidi, Dan Koderal 1 Belawan Laksda TNI Deny Septiana, Dan Pomal Belawan Kolonel Laut (PM) Triono Adi Susilo, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi SH MH, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra SH, Camat Belawan Roby Kurniawan, tokoh agama, tokoh budaya, Tokoh Pemuda Formabem, LPM Belawan, Karang Taruna, Dewan Juri Ustadz Ahmad Fahruni, Drs H Fadlan Zainuddin, majelis taklim, hingga para peserta festival.