Sewaktu Hamil 7 Bulan Diduga Ditendang hingga Pingsan, Nurjanah Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
LABUHAN – Seorang perempuan bernama Nurjanah, diduga menjadi korban penganiayaan hingga tersungkur dan pingsan setelah ditendang seorang pria saat terjadi keributan di kawasan Pekan Labuhan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang hingga setelah melahirkan. Ia pun berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan dan menangkap terduga pelaku.
Kepada wartawan, Sabtu(17/10/2026) Nurjanah menceritakan, peristiwa itu bermula ketika dirinya mendengar kabar bahwa ibunya, Halimatun, terlibat cekcok dengan tetangga pada sore hari.
"Awalnya sore hari saya mendengar Ibu Halimatun cekcok dengan tetangga.
Kemudian ada yang mengatakan kepada saya, 'Ibumu dikeroyok sama orang, termasuk kakak pelaku'," ungkap Nurjanah saat menceritakan kejadian tersebut.
Pada malam harinya, Nurjanah datang ke rumah untuk bertamu sekaligus bersilaturahmi karena masih dalam suasana Lebaran. Namun, kedatangannya justru berujung keributan.
Menurut Nurjanah, saat itu pihak tetangga meminta ganti rugi atas kaca yang disebut pecah akibat perbuatan anak Halimatun. Akan tetapi, permintaan tersebut dinilai disampaikan dengan cara yang tidak sopan hingga memicu perselisihan.
"Pada malam itu ribut lagi. Saya melihat suami Ibu Halimatun cekcok dengan suami Mina. Saya berdiri di hadapan mereka, kemudian tiba-tiba dari belakang ada seorang laki-laki yang menendang saya. Laki-laki itu akrab dipanggil Iba alias Raihan," tuturnya.
Nurjanah mengaku langsung tersungkur setelah ditendang. Mengingat saat itu dirinya sedang hamil tujuh bulan, ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Suami Halimatun Benarkan Adanya Keributan
Sementara itu, Ismail, suami Halimatun yang merupakan warga Lingkungan 23 Pekan Labuhan, juga menceritakan peristiwa yang dialami istrinya.
Ia mengatakan, saat pulang dari laut sekitar pukul 13.00 WIB, dirinya mendapati Halimatun dalam kondisi babak belur. Menurut keterangannya, istrinya diduga dianiaya oleh Katmina bersama seorang keponakannya setelah pulang mencuci pakaian di sungai.
"Kami juga sudah melaporkan kejadian yang dialami istri saya ke Polres," ujar Ismail.
Ismail melanjutkan, pada malam harinya kembali terjadi pertengkaran antara dirinya dan suami Mina. Dalam situasi tersebut, Nurjanah yang berada di lokasi diduga ditendang seorang laki-laki hingga tersungkur dan pingsan.
Ia menambahkan, pihak keluarga telah menjalani proses pelaporan, termasuk melakukan visum dan menyerahkan keterangan saksi kepada pihak berwenang.
Laporan Polisi dan Proses Penyelidikan
Berdasarkan keterangan Ismail, laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/304/III/2026/SPKT/POLRES PELABUHAN BELAWAN/POLDA SUMUT, tertanggal 25 Maret 2026, dengan nama pelapor Suryadi.
Selain itu, terdapat Surat Penyelidikan Nomor SP.Lidik/436/IV/Ditreskrimum tertanggal 6 April 2026.
Dalam keterangan yang disampaikan keluarga, pengaduan tersebut telah diterima untuk diproses melalui penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Ismail juga menyebutkan bahwa kepala lingkungan (Kepling) turut mengantarkan Nurjanah dalam proses pengurusan terkait kejadian tersebut.
Nurjanah Berharap Pelaku Segera Ditangkap
Nurjanah berharap aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, segera menindaklanjuti perkara tersebut dan mengambil tindakan terhadap terduga pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia mengaku masih merasakan sakit pada bagian pinggang meskipun telah melewati masa kehamilan dan melahirkan.
"Sampai sekarang pinggang saya masih sakit. Setiap malam saya minta suami mengurutnya. Alhamdulillah, anak kami lahir dengan selamat," ungkapnya.
Nurjanah berharap laporan yang telah disampaikan dapat ditangani secara profesional agar persoalan tersebut memperoleh kepastian hukum dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan bagi keluarga.
Sementara Kasat Reskrim Polres Pelabuhan AKP Agus Purnomo dikonfirmasi terkait hal tersebut sayangnya belum menjawab pertanyaan wartawan. (Fir)
