Kontainer Jatuh di Simpang Buaya Belawan, Warga Desak Dishub, KSOP Utama Belawan, Kepolisian dan Organda Bertindak Tegas
BELAWAN – Insiden jatuhnya kontainer kembali terjadi di kawasan Belawan dan membahayakan pengguna jalan. Satu unit truk trailer bermuatan kontainer mengalami kecelakaan di Simpang Buaya, Kampung Salam, Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, tepat di jalur menuju Gerbang Tol Belawan, Minggu (25/11/2026) sekitar pukul 14.19 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit gandengan kontainer terjatuh ke badan jalan saat kendaraan melaju dari arah Belawan menuju Medan. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian serta rekaman video yang beredar di media sosial, truk trailer bernomor polisi BK 8795 GM diduga mengalami masalah teknis.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti jatuhnya kontainer belum diketahui.
Sementara itu, satu gandengan kontainer lainnya masih terlihat tersangkut(tercantol) di bagian belakang trailer.
Kejadian ini kembali memperkuat keluhan masyarakat terkait masih maraknya dump truck, trailer, dan truk kontainer yang diduga tidak layak jalan namun tetap bebas beroperasi, baik di jalan tol maupun di Jalan Lintas Yos Sudarso.
Sejumlah kendaraan berat bahkan disebut kerap melintas dengan kondisi lampu tidak berfungsi dan muatan berlebih.
Warga menilai insiden jatuhnya kontainer tersebut sebagai peringatan serius akan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan, kenyamanan, bahkan nyawa pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan pejalan kaki, terlebih pada jam rawan dan malam hari.
Masyarakat pun kembali mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) agar bertindak tegas dengan melakukan penertiban serta pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan berat yang beroperasi di wilayah Belawan dan sekitarnya.
Berita sebelumnya, Tokoh masyarakat Belawan, Rudi Simorangkir yang akrab disapa Opung, menilai lemahnya pengawasan menjadi persoalan utama. Ia menegaskan bahwa Dishub, KSOP Utama Belawan, Organda, serta aparat kepolisian lalu lintas harus bersinergi dan tidak menunggu jatuhnya korban.
“Pengawasan sangat lemah. Bahkan setelah kecelakaan pun tidak terlihat adanya tindakan tegas. Pemerintah harus segera menindak truk trailer dan kontainer yang tidak laik jalan,” ujar Opung.
Menurutnya, pengawasan terhadap armada angkutan barang harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan bersifat insidental. Ia juga menekankan agar keselamatan masyarakat tidak dikorbankan demi kepentingan operasional angkutan barang.
“Banyak kendaraan besar yang seharusnya sudah tidak beroperasi, tetapi masih dibiarkan melintas. Ini sangat membahayakan,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Medan diketahui tengah melakukan pembenahan sektor transportasi, termasuk rencana revitalisasi angkutan umum guna meningkatkan keselamatan dan minat masyarakat. Namun warga berharap upaya tersebut diiringi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap angkutan barang yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Pihak berwenang, termasuk KSOP Utama Belawan, Pelindo, dan Polres Pelabuhan Belawan, harus terus bersinergi menangani insiden lalu lintas dan operasional di kawasan tersebut.
Diketahui kejadian jatuhnya kontainer seringkali diselidiki terkait faktor pengunci muatan (twistlock) atau kondisi alat berat.
Sementara itu, Termasuk area yang diawasi oleh KSOP Utama Belawan, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor KSOP Utama Belawan, Yovi Yanus Mutianto, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.(Fir)